
Xudut Pandang - Memperkenalkan sifat saling mengasihi dan menyayangi pada anak itu perlu. Namun ternyata kasih sayang tidak hanya bisa dilakukan kepada sesama manusia. Kasih sayang juga dapat dilakukan kepada hewan, tumbuhan bahkan benda mati seperti mainan atau pakaian anak.
Usia anak-anak adalah usia di mana rasa keingintahuan mereka sangat tinggi, termasuk untuk mengenal lebih dekat hal-hal di sekitarnya. Mengizinkan anak untuk memelihara hewan dapat di lakukan untuk melatih anak bertanggungjawab. Namun dalam hal ini orang tua harus tetap mengawasi. Kalau bisa juga ikut memberikan contoh seperti apa cara memperlakukan hewan peliharaan yang baik. Seperti cara mengelus, menggendong, memberi makan dan sebagainya. Karena ketika sang anak tidak mendapatkan informasi tentang bagaimana cara melakukan binatang, maka anak akan memperlakukan binatang dengan cara mereka sendiri. Seperti menarik bulu, mencubit, memeluk dengan keras dan sebagainya. Jika demikian, anak bisa jadi mendapatkan pengalaman yang kurang enak. Misalnya seperti dicakar atau digigit. Hal itu berpengaruh pada psikologi anak dan dapat menimbulkan rasa takut dan trauma jika dekat dengan binatang.
Selain itu, orang tua juga mempengaruhi proses terpenuhinya rasa keingintahuan pada anak. Beberapa orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk memelihara binatang. Bahkan selalu mengatakan “awas dicakar” atau “awas digigit”. Sikap demikian justru mengekang proses perkembangan IQ anak dan dengan sendirinya anak menjadi takut terhadap binatang tanpa tau terlebih dahulu seperti apa rasanya berinteraksi dengan binatang.
Memelihara binatang sangat baik untuk memupuk rasa bertanggung jawab pada anak serta merangsang sikap saling mengasihi dan menyayangi terhadap mekhluk-makhluk Tuhan. Karena dengan orangtua mengisinkan anaknya untuk secara “mandiri” memelihara binatang kesayangannya, anak akan dibebani rasa tanggung jawab atas keberlangsungan hidup binatang tersebut seperti memberikan makan, memandikan, mengajak jalan-jalan, membersihkan kandang, memeriksakan ke dokter hewan dan sebagainya. Dengan memberikan contoh seperti apa cara memelihara binatang yang baik, maka anak terhindar dari hal-hal yang membuat anak trauma terhadap binatang peliharaannya. Anak yang trauma pada binatang sudah pasti tidak mau lagi mengurus binatang peliharaannya dan secara perlahan rasa tanggungjawab terhadap binatang akan lepas dengan sendirinya. Namun jika anak memperlakukan binatang peliharaannya secara baik, trauma terhadap binatang tidak akan muncul. Dengan begitu rasa tanggung jawab akan terus terjaga.