Latest News

Ular Monopohon, Peliharaan Unik nan Jinak

Sumber gambar: http://www.redaksikicau.com/2016/08/ular-monopohon-endemik-indonesia.html


Xudut Pandang - Kebanyakan orang takut pada ular, bahkan banyak ular yang mati dibunuh oleh manusia karena dianggap mengancam keselamatan dan berbahaya.  Namun tak sedikit pula yang menjadikan ular sebagai hewan peliharaan.  Candoia Carinata adalah salah satu ular yang sering dipilih untuk menjadi hewan sahabat manusia.  Ular endemik Indonesia ini biasa dikenal dengan nama ular mono pohon.  ular ini aktif di malam hari (nocturnal) dan biasa bergelantungan di pohon-pohon.
Ular yang juga dikenal dengan sebutan Papuan Tree Boa ini banyak di temukan di Indonesia bagian timur yaitu di Papua.  Ukuran tubuh ular mono pohon bisa mencapai 180 cm dengan diameter sebesar ibu jari manusia dewasa.  Warna kulitnya bervariasi, ada hitam, coklat, abu-abu serta kuning dengan corak menyerupai pohon.  Oleh karena itu jika dilihat sekilas, ular mono pohon terlihat seperti batang pohon.
Ular ini pemakan hewan-hewan kecil seperti kadal kecil, cicak, katak dan anak tikus. Berburu dengan cara melilit mangsanya karena ular ini tidak berbisa.  Sejak dulu, ular ini sangat cocok dijadikan hewan peliharaan karena sifatnya yang jinak dan jarang menyerang manusia.  Berbeda sekali dengan ular-ular peliharaan seperti phyton dan sanca yang terkadang menyerang majikannya saat merasa terancam. Oleh suku asli Papua, ular ini dijadikan gelang dan dibawa kemana-mana.  Oleh karena itu, ular ini sangat tepat untuk dipelihara bagi pecinta ular yang masih pemula.
Memelihara ular ini pun susah-susah gampang.  Kandangnya bisa berupa akuarium kaca, kontainer plastik atau pun pethome yang banyak terdapat di toko-toko hewan.  Jangan lupa berikan ranting di dalamnya sebagai tempat ular bergelantungan.  Juga berikan mangkuk agak besar dan berat yang berisi air untuk tempat si ular minum dan berendam.  Alas kandang bisa menggunakan Koran bekas atau pun alas khusus reptil.  Ular mono pohon adalah tipe ular yang gampang stress, oleh karena itu jangan taruh kandang di tempat ramai atau di tempat yang sering dilewati banyak orang.  Usahakan ditempatkan di lokasi yang gelap dan jaga selalu kebersihan kandang.  Jaga temperature suhu kandang.  Suhu ideal untuk ular pohon adalah 26-30oC.  Kandang juga harus tertutup untuk mencegah ular kabur dari kandang.  Namun tetap menyediakan lubang udara agar sirkulasi udara dalam kandang tetap lancar.
Jika kesusahan dalam menangkap cicak atau kadal sebagai makanannya, cobalah beli di pasar hewan atau pasar burung. Berilah ular mono pohon makan sekitar 1-2 minggu sekali.  Usahakan makanan yang diberikan adalah mangsa hidup untuk melatih si ular berburu.  Jika ular tidak mau makan, bisa jadi dia sedang stress atau sedang memasuki musim kawin.  Terlebih lagi ketika kita menggabungkan pasangannya dalam satu kandang.  Oleh karena itu persiapkanlah ular dengan memberi makan yang cukup dan teratur agar tidak kekurangan gizi ketika memasuki musim kawin.
Hal-hal lain yang dapat menyebabkan ular mono pohon mogok makan adalah:
-          Terlalu sering dipegang
-          Kandang terlalu sering dipindahkan
-          Kandang kurang nyaman
-          Temperature suhu tidak sesuai
-          Kandang terlalu terang
-          Kandang tidak bersih
-          Sakit
-          Ganti kulit
Ular bukan lagi musuh bagi manusia.  Layaknya kucing dan anjing, ular pun bisa menjadi hewan peliharaan yang jinak.  Memeliharanya pun tidak ribet dan tidak perlu bingung untuk konsultasi masalah reptil karena telah banyak berdiri komunitas-komunitas pecinta reptile dan ular tempat kita berbagi wawasan dan informasi.  Tertarik untuk menjadikan ular mono pohon sebagai hewan peliharaan di rumah?  Untuk Kota Semarang, harga satu ekor ular mono pohon mulai dari Rp 150.000,-.

Recent Post